| Index || Print |
Hukumnya Selametan atau Syukuran Saat Pindah Rumah |
Posted on Mon 06 Oct 2008
by andhi (2017 reads)
|
|
Rumah adalah tempat berteduh, tempat beristirahat, bercanda dan bercengkerama dengan keluarga sekaligus tempat untuk melepaskan kepenatan. Setiap orang mendambakan rumah yang nyaman untuk dihuni bersama keluarga. Namun tidak ada dalam syari¡Çat islam bahwa seseorang yang menempati sebuah rumah atau melakukan pindahan harus selametan. Apalagi harus ada makanan khusus yang diperuntukkan bagi arwah nenek moyang, dengan dalih karena mereka akan pulang dan memakan makanan tersebut. Tapi jika ada yang selametan atau syukuran sebagai wujud syukur kepada Allah SWT dan tidak ada ritual yang menyimpang maka itu dibolehkan. Prinsipnya adalah bahwa mensyukuri ni¡Çmat itu suatu keharusan, kapan saja kita mendapatkannya, karena dengan bersyukur kita akan mendapatkan tambahan nikmat itu. Allah SWT berfirman, ¡Èsesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.¡É (QS.Ibrahim:7). Terlebih bila dalam syukuran itu diundang tetangga terdekat sebagai sarana silahturrahmi, sekaligus ta¡Çaruf atau berkenalan dengan mereka. Kenalan adalah salah satu adab Islam dalam kehidupan ini, karena dengan kenalan ini akan terjadi saling memahami, saling menghormati dan setelah itu saling bahu membahu dan tolong menolong. Allah SWT berfirman ¡Èhai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki – laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku – suku supaya kamu saling kenal.¡É (QS.Al-Hujarat: 13). Selain itu Islam mengajarkan tentang hidup bertetangga, Nabi bersabda, ¡ÈBarang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik pada tetangganya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.¡É (HR. Muslim). Rumah yang terhias dindingnya akan terasa indah dipandang mata dan sejuk dihati. Apalagi bila kaligrafi ayat – ayat al-Qur¡Çan. Namun jika ayat –ayat itu dijadikan sebagai jimat tolak bala¡Ç atau penangkal mara bahaya, maka hal ini tidak sesuai dengan tuntunan islam. Nabi bersabda, ¡Èjangan kalian jadikan rumah- rumahmu seperti kuburan. Sesungguhnya syetan itu akan lari dan menjauh dari rumah yang dibacakan surat al-Baqarah.¡É (HR. Muslim). Hadist di atas mengajarkan kepada kita bahwa yang ditakuti oleh syetan itu adalah ayat dan doa yang dibaca bukan yang dipasang, ditempel maupun yang ditanam. Yang diajarkan Rasulullah SAW ketika menempati rumah atau tempat baru dan penjaganya adalah: Pertama, membaca doa, ¡ÈA¡Çudzu bikalimatillahit taammati min syarri ma kholaq. (Aku berlindung dengan kalimat – kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya).¡É Seperti diceritakan khaulah binti Hakim, ¡ÈSaya mendengar Rasulullah bersabda. ¡Èbarang siapa menempati suatu empat kemudian membaca doa, ¡ÈA¡Çudzu bikalimatillahit taammati min syarri ma kholaq.¡É Maka tidak ada suatu apapun yang membahayakannya sampai ia meninggalkan tempat itu.¡É(HR. Muslim). Kedua, membaca salam ketika mau memasuki rumah sebagaimana firman Allah SWT, ¡ÈMaka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah – rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.¡É (QS. An- Nur: 61) Ketiga, berdzikir ketika memasuki rumah, Nabi bersabda, ¡Èjika seseorang memasuki rumahnya dengan menyebut nama Allah dan menyebut nama Allah ketika makan, maka syetan berkata, ¡Ætidak ada tempat bermalam dan tidak ada makan malam buat kalian.¡Ç Dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika memasuki kerumahnya, syetan berkata. ¡Ækalian mendapatkan tempat menginap.¡Ç Dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, syetan berkata, ¡Ækalian mendapatkan tempat bermalam dan mendapatkan makan malam.¡Ç (HR. Muslim). Keempat, membersihkan rumah dari patung – patung. Abu Thalhah berkata, ¡ÈNabi bersabda, ¡ÈMalaikat tidak masuk rumah yang didalamnya terdapat gambar patung – patung.¡É (HR. Muttafag ¡Æalaih). Kelima, membebaskan rumah dari anjing. Keenam, memperbanyak sholat sunah di dalam rumah. Rasulullah bersabda, ¡Èjadikanlah sebagian shalatmu di rumahmu, dan jangan kamu jadikan rumahmu seperti kuburan.¡É (HR. Muttafaq ¡Æalaih) dikutip dari : http://curhatustad.multiply.com/journal/item/9 |
|
|
Index
||
Print |
Isi komentar merupakan ungkapan dari pengirim. Isi pesan dan komentar pengirim diluar tanggung jawab kami.
| Pengirim | Kiriman Awal |
|---|







AlbumKarana
Catatan Harian
Berita